Categories : Tumbuh Kembang Anak

 

Mainan Anak – anak untuk Melatih Kecerdasan Visual – Spasial

Anak yang jenius bukan hanya dilihat dari kemamuannya dalam berpikir kritis, serta memiliki nalar logis. Berdasarkan peraturan baru tentang layanan pendidikan bagi anak gifted, kriteria anak dengan tingkat IQ tinggi bisa dikatakang jenius apabila memiliki setidaknya setengah bagian menonjol dari seluruh kecerdasan majemuk atau multiple intelligence.

Salah satu bagian dari kecerdasan majemuk adalah kecerdasan visual – spasial. Seperti namanya, anak dengan kecerdasan visual spasial yang tinggi akan lebih memahami ukuran, denah, arah, bentuk, dan proporsinya. Jika dikembangkan sampai bisa memaksimalkan potensinya, anak – anak dengan kecerdasan visual – spasial yang tinggi akan dapat menjadi seorang arsitek atau insinyur teknik yang hebat.

Cara untuk melatih kecerdasan visual – spasial bagi anak usia dini adalah dengan mainan yang berkaitan dengan rancang bangun, ruang, tata letak, dan pengaturan arah. Contohnya adalah lego. Lego merupakan bentu turuna dari puzzle sederhana yang memungkinkan seorang anak mencipta hal baru dari bahan mentah.

Sebaiknya pertimbangkan untuk memilih lego yang tidak berbentuk robot. Lego berbentuk karakter akan membuat fokus anak terpecah antara mencipta ruang dengan menanamkan karakter yang akan dimiliki robot ciptaannya. Sebaiknya untuk anak usia dini pilihlah jenis lego rumah, tata kota, bentuk sekolah dan bangunan lain.

Selain lego, mainan lain yang memungkinkan anak untuk melatih dan merangsang kepekaan visual – spasialnya adalah rumah kardus. Khusus untuk rumah kardus ini sebaiknya dibuat sendiri di rumah agar bisa menyesuaikan dengan karakteristik rumah.

Ukuran kardus bisa sangat bervariasi. Kardus yang dipakai sebaiknya memiliki ukuran besar seperti kardus mesin cuci, kulkas dan sebagaina. Rumah kardus tidak harus 100% terbuat dari kardus. Tetapi semakin banyak kardus yang diciptakan dan ditata oleh anak, maka semakin kuat pula keinginannya untuk mewujudkan tata letak dengan komposisi seimbang.

Meskipun kedengarannya sepele, kecerdasan visual – spasial tidak bisa dilatih dengan cara yang terlalu rumit seperti lesa atau hal lainnya. Karena mengacu pada perkembangan otak kanan, maka penguatannya pun harus dilakukan dengan cara bermain yang sesuai dengan karakteristik otak kanan, yaitu tidak bisa hidup teratur.

Bagikan Jika dirasa bermanfaat, agar lebih banyak yang tahu info ini.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked by *.

%d bloggers like this: